Kuningan – Dunia bulutangkis Kuningan baru saja dikejutkan oleh gelaran PRAKESA CUP yang penuh drama dan kejutan! Turnamen yang diselenggarakan oleh PB. SENIOR PERKASA SMANTIKA KUNINGAN ini tidak hanya menyajikan persaingan sengit, tetapi juga memperkenalkan sistem Ligue Rotating Partner yang inovatif, pertama kalinya diterapkan dalam turnamen bulutangkis oleh klub ini.

Sistem Ligue Rotating Partner ini memungkinkan setiap pemain untuk berpasangan dengan pemain lain dalam setiap pertandingan, menciptakan kombinasi yang berbeda-beda dan meningkatkan keseruan turnamen. Dengan sistem ini, setiap pemain memiliki kesempatan yang sama untuk meraih kemenangan, tanpa terpaku pada satu pasangan saja.
Sistem Ligue Rotating Partner adalah format kompetisi di mana peserta berganti pasangan secara teratur selama turnamen. Setiap pemain berkesempatan untuk bermain dengan pemain yang berbeda, sehingga menciptakan kombinasi tim yang bervariasi di setiap pertandingan.
Berikut adalah cara kerja sistem Ligue Rotating Partner:
- Pembentukan Pasangan Awal: Pada awal turnamen, pasangan pemain dapat ditentukan secara acak, berdasarkan undian, atau melalui sistem peringkat tertentu.
- Rotasi Pasangan: Setelah setiap periode pertandingan, pasangan diubah. Rotasi ini dapat mengikuti pola yang telah ditentukan sebelumnya atau diacak untuk menambah elemen kejutan.
- Penentuan Pemenang: Pemenang ditentukan berdasarkan kinerja individu selama turnamen. Poin dapat diberikan untuk setiap kemenangan, dan pemain dengan akumulasi poin tertinggi dinobatkan sebagai pemenang.
Sistem ini berbeda dengan sistem kompetisi tradisional, di mana pemain biasanya berpasangan dengan partner yang sama sepanjang turnamen. Ligue Rotating Partner mendorong fleksibilitas, adaptasi, dan interaksi sosial antar pemain.

Sorotan utama tertuju pada Pak Lurah Toto, atlet pendatang baru di PB. SENIOR PERKASA SMANTIKA KUNINGAN, yang secara tak terduga berhasil meraih Juara Pertama. Keberhasilan ini tentu menjadi kejutan manis bagi seluruh anggota klub.

Selain itu, kejutan lain datang dari Pak Oom “Jalu” Suhendi yang berhasil meraih Juara 3. Beliau mencatatkan kemenangan Walkover (WO) dalam 5 pertandingan karena lawan-lawannya mengalami cedera lutut. Sebuah keberuntungan yang tak terduga!
Namun, nasib kurang baik dialami oleh Mas No dan Pak Ketu, yang sebelumnya diunggulkan dalam turnamen ini. Sayangnya, mereka harus mengakui keunggulan lawan dan gagal meraih posisi Juara 1, 2, maupun 3.
Pertandingan Penuh Drama dan Kejutan
Setiap pertandingan dalam PRAKESA CUP selalu menyajikan drama dan kejutan tersendiri. Banyak pertandingan berakhir dengan skor “Afrika” (selisih poin yang sangat jauh), pertandingan rubber set yang menegangkan, serta deuce yang membuat jantung berdebar. Hal ini menunjukkan bahwa persaingan dalam turnamen ini sangat ketat dan tidak dapat diprediksi.
Apresiasi kepada Sponsor
Ketua Panitia, Pak Atik Dhama atau yang akrab disapa Pak Ketu, menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Zepi selaku sponsor yang telah memberikan hadiah total sebesar 1 juta rupiah. Beliau berharap akan ada sponsor-sponsor baru yang bersedia mendukung dan melanjutkan tradisi turnamen keluarga besar PB. SENIOR PERKASA SMANTIKA KUNINGAN ini.
